Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Catatan Untuk Kawan Papua di Jogja

Gubernur Papua saat mendengarkan keterangan dari korban - doc foto Phaul Heger

Untuk rekan-rekan Papua di Jogja, baik yang statusnya mahasiswa, pelajar maupun tugas belajar. Masih ingatkah tentang pernyataan rasis yang menyebut "monyet" untuk kita; didepan asrama Papua Kamasan I? Peristiwa pengepungan dari aparat indonesia, ormas reaksioner dan juga kaum anti demokrasi yang hampir saja membuat sesama kawan kita didalam asrama kelaparan, tapi kenyang dengan lontaran kata hinaan.

Peristiwa ini memang sudah berlalu beberapa tahun lalu, tetapi taukah kawan, masih ada persoalan yang harus kita tuntaskan, kawan, mari bergerak bersama untuk melawan ketidak adilan ini.
Salahsatu kawan kita, Obby dan beberapa kawan lainnya ditangkap dan disiksa. Kawan Obby dijadikan terdakwa, padahal ia menjadi korban. Ia ditangkap oleh aparat tetapi kemudian dialah yang dijadikan terdakwa dan masih menjalani proses hukum.

Mungkin kawan sudah dengar cerita, tapi tak se'ngeri yang nampak difoto. Tenang dan cobalah perhatikan dengan seksama,  Injakan kaki diatas kepala anak Papua yang ditangkap, satu anak papua dalam kepungan beberapa orang yang menyerang?  Begitu brutalkah kita sampai-sampai mendapatkan perlakuan yang tak pantas seperti itu? Bukankah kita adalah anak-anak adat yang tau posisi. Aksi kita aksi damai; tapi kenapa ?
Rakyat Papua di Jogja saat pertemuan dengan gubernur - doc Phaul Heger

Masihkah ada, ribuan rakyat Papua di Yogyakarta, yang membanjiri asrama kamasan 1, saat kehadiran para pimpinan daerah, gubernur, dewan perwakilan rakyat dan majelis rakyat papua waktu itu? yang datang dikota jogja karena mendengar hinaan dan juga situasi represif yang terjadi.
Kawan jika kau pernah hadir saat itu, maka sudah pasti, ada getar dihati untuk bergerak, bersama untuk bertanya, kenapa yang korban malah dijadikan tersangka, hukum memang milik mereka, dan kita anak bangsa yang berbeda bisa apa. Tapi diam dikos dan hanya online bukan solusi, ayo bergerak, terlibat dan persatuan untuk menuntut.

Proses hukum yang sedang berlangsung tidak kita campuri tetapi kita wajib saling mendukung sebagai sesama anak bangsa Papua. Sebagai sesama anak perantauan, sebagai anak melanesia. Buktikan dengan kehadiran dan solidaritas bersama dalam persatuan.

Salam Juang

oleh:
Phaul Heger
***

*Untuk Info aksi dukungan baca disini: Front Anti Krimininalitas