Jubir TPN PB-OPM: Tidak Ada Penyanderaan, Intimidasi Warga Sipil di Banti dan Kimberly
![]() |
| Photo Prajurit Tentara Pembebasan Papua Barat-OPM di Tembagapura Papua dalam Persiapan Perang Lawan Kolonial Indo |
Dikatakan, namun pihak TPN-PB membatas masyarakat jangan kosongkan kampung, karena perintah Pangdam dan Kapolda adalah untuk memaksimalkan strategi musuh memusnahkan kami,”ujarnya Sebby.
Seperti diberitakan wartaplus.com sebelumnya, bahwa aparat keamanan menyebutkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus melakukan intimidasi dan ancaman bagi masyarakat di Kampung Banti dan Kampung Kimbely. Seluruh masyarakat dilarang bepergian oleh kelompok kriminal bersenjata.
Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga mayarakat pendatang yang sebelum nya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang dilarang bepergian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Di Kampung Banti yang berdekatan dengan Kampung Kimbely, terdapat sekitar 1000 orang asli Papua yang juga dilarang bepergian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ini dikatakan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal SH kepada wartawan, Kamis (9/11) pagi
Kata dia, Satgas Terpadu Penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata yang terdiri dari personil gabungan Polri dan TNI berjumlah 200 personil, Satgas Terpadu ini bukan Satgas Amole yang melaksanakan pengamanan objek vital PT. Freeport Indonesia, satgas ini hingga saat ini terus berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman Kelompok Kriminal bersenjata (KKB). Kondisi masyarakat di Kedua kampung yakni Kampung Banti dan Kampung Kimbely masih dalam kondisi cukup baik.
“Polda Papua yang dibantu TNI akan terus berupaya melumpuhkan bergerakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam rangka penegakan hukum dan untuk tercipta Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat tetap kondusif sehingga aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan normal,”ujarnya. [Roberth]
Sumber: www.wartaplus.com
