Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Selama bangsa asing ada, Selama Itu Pula Pelanggaran HAM akan terjadi


Diam bukan pilihan apalagi mengabaikan situasi yang terjadi diatas tanah air tercinta ini. Nasionalisme sebagai suatu bangsa yang terus ditindas diberbagai aspek tak bisa kita biarkan. Diam dan nikmati pembangunan versi penjajah adalah sama dengan kita biarkan bangsa kita terjajah untuk sekian lama lagi.
 

Tidak, kita tak boleh biarkan hal ini terus terjadi. Solidaritas persatuan dan perlawanan terus digalakan. Sistem negara dan bangsa kita diupayakan untuk maksimal. Kita tidak diam dan menerima kenyataan yang ada tetapi kita bangkit sebagai suatu bangsa yang sepenuhnya sadar. Sepenuhnya mempersiapkan kebangkitan nasional bangsa kita. 
Dari waktu ke waktu, kita mendengar, kita melihat dan merasakan betapa pedih setiap saat generasi kita, tanpa memandang usia meninggal dengan tidak wajar. Ada pertambahan penduduk tetapi kecil dibanding dengan kematian. Lantas tanah yang luas ini akan tetap menjadi milik orang asing jika kita diam.
 

Baru saja kita lewati sebuah peristiwa yang mencengangkan, diwilayah III Doberay, tepatnya Manokwari sebagai kota Injil tetapi disitulah peristiwa penikaman, penembakan hingga tewasnya salahsatu aktivis perjuangan Bangsa Papua. Dan beberapa warga yang lain juga ikut menjadi korban.
Masih segar dalam ingatan kita pada Desember 2014 Penembakan terhadap  lima anak bangsa Papua hingga tewas  di wilayah Meepago � Paniai. Selain peristiwa yang disebutkan itu masih ada rentetan peristiwa lainnya. Ada tabrak lari, pembunuhan oleh OTK dan berbagai motiv yang unik lainnya. Dari kesemua itu hamper korbannya adalah rakyat Papua.
 

Baca : Solusi Penyelesaian Persoalan Papua vs indonesia

Dari tujuh wilayah di Papua, Mamta, Saireri, Doberay, Bomberai, Ha Anim, La Pago, dan Mee Pago adakah yang aman? Tidakkah kita kuat dalam menjamin kehidupan dan keselamatan kita, sesama kita tanpa terjadi pertikaian, pembunuhan misterius, tabrak lari dan sebagainya. Ataukah ini karena sikap sipenjajah yang masih ingin terus bercokol ditanah air tercinta sehingga terus membangun ketakutan dilapisan rakyat sehingga meredam suara kemerdekaan.
 



Kenyataan sejarah memang telah membuktikan sejak papua dianeksasi telah terjadi berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia. Bangsa Papua dengan kesadaran penuh telah menyatakan maksud dan keinginan luhur untuk menentukan masa depannya sendiri. Bangsa Papua akan terbebas dan aman bila perjuangan untuk kemerdekaan tercapai, berdaulat sendiri sebagai sebuah negara merdeka.
 

Terus kobarkan semangat perjuangan untuk menentukan masa depan bangsa kita, bangsa Papua yang merdeka. Terlepas bebas dari pendudukan bangsa asing yang masih terus berusaha mengeruk hasil bumi kita, yang terus menutup ruang demokrasi kita, hak-hak politik kita, membunuh untuk menguasai. Lawan sampai menang demi masa depan Papua yang merdeka.
 

Salam Juang.
 

Oleh. Phaul Heger