Begini Isi Lengkap Pidato Sikap Politik Prabowo Subianto
JAKARTA - Beginilah isi lengkap pidato politik Prabowo Subianto menyikapi proses rekapitulasi hasil Pilpres 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum.
Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualakum wr. wb, salam sejahtera.
Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air, baru saja kami dari pimpinan Koalisi Merah Putih melaksanakan suatu tinjauan terhadap perkembangan situasi yang dihadapi negara kita terutama tentang hasil pelaksanaan Pilpres 2014.
Saudara sekalian, apakah Koalisi Merah Putih mengiktui langkah-langkah dalam rangka menjalankan demokrasi dengan sepenuh hati dengan penuh keihhlasan, dengan penuh semangat, dengan penuh keinginan untuk menghormati kedaulatan rakyat yaitu menghormati bahwa rakyat Indonesia lah yang harus memiliki kekuasaan dan menentukan nasibnya sendiri.
Kita yang di belakang saya dadalah pejuang demokrasi, hampir semua pemimpin politik di belakang saya ikut demonstrasi ikut mempertaruhkan nyawa uintuk demokrasi.
Saya walau di TNI, saya termasuk perwira-perwira muda yang mendorong TNI mendukung demokrasi. Dari saya sejak saya usia muda saya dengan rekan-rekan purnawirawan yang sekarang ada di samping saya, kita mempertaruhkan jiwa raga saya untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Kalau kita sekedar mencari hidup enak dan hidup dengan nyaman, saya kira tidak perlu lagi berjuang di bidang politik.
Saudara-saudara, demokrasi artinya rakyat berkuasa, wujud dari demokrasi adalah pemilihan, dan esensi pemilihan adalah pemilihan yg jujur, bersih, adil, kalau di TPS yang berhak memilih 300 orang, tetapi yang datang 800 orang itu berarti tidak jujur, tidak adil, tidak bersih.
Kalau ada pejabat yang mencoblos-coblos puluhan suara itu tidak demokrastis.
Saudara-saudara sekalian, tim hukum kami, saksi-saksi kami dari belasan provinsi telah melaporkan kecurangan-kecurangan yang luar biasa. Dari Papua saja ada 14 kabupaten yang tidak pernah melaksanakan pencoblosan apapun. Di DKI terdapat 5.800 TPS yang oleh Bawaslu sudah direkomendasikan untuk pemungutan ulang tetapi tidak digubris KPU. Di Jawa Timur begitu juga direkomendasikan.
Saudara-saudara sekalian, dengan demikian kami capres-cawapres no 1 Prabowo-Hatta mengambil sikap sbb:
Pernyataan sikap capres-cawapres no 1, tentang proses rekapitulasi Pilpres 2014:
Saudara-saudara sebangsa setanah air, izinkan saya menyampaikan apa yang sudah menjadi hasil rapat tim kampanye nasional Prabowo-Hatta Pilpres 2014:
Mencermati proses pilpres yang diselenggarakan KPU, kami menemukan bebrapa hal yang mmprlihatkan cacatnya pilpres 2014, sehingga hilang hak-hak demokrasi Warga Negara Indonesia, antara lain:
1. Proses pelaksanaan Pilpres 2014 yang diselenggarakan KPU bermasalah tidak demokrastis dan bertentangan dengan UUD 45. Sebagai pelaksana KPU tidak adil dan tidak terbuka, banyak aturan main dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.
2. Rekomendasi Bawaslu terhadap segala kelalaian di lapangan di berbagai wilayah Tanah Air diabaikan KPU.
4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah keberatan dari Prabowo-Hatta bagian dari sengketa yang harus diselesaikan melalui MK, padahal sumber masalah ada di internal KPU.
5. Telah terjadi kecurangan masiv terstruktur dan sistematis pada pelaksanaan Pilpres 2014.
atas beberapa pertimbangan itu, kami Prabowo-Hatta sebagai pengemban amanat rakyat, sesuai UUD 45, akan menggunakan hak konstitusional kami yaitu:
Menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum & kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.
Kami, tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan rakyat dipermainkan dan diselewengkan, kami Prabowo-Hatta siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat.
Untuk itu, kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih kami, kami minta untuk tetap tenang, karena yakinklah, kita tidak akan pernah diam dan membiarkan hak demokrasi kita diciderai. Dengan demikian, saya juga menginstruksikan kepada saksi-saksi tim Prabowo-Hatta yang sedang mengikuti rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan proses tersebut.
Jakarta, 22 Juli 2014
A.n. Pasangan Capres-Cawapres No. 1
Prabowo Subianto.
Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualakum wr. wb, salam sejahtera.
Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air, baru saja kami dari pimpinan Koalisi Merah Putih melaksanakan suatu tinjauan terhadap perkembangan situasi yang dihadapi negara kita terutama tentang hasil pelaksanaan Pilpres 2014.
Saudara sekalian, apakah Koalisi Merah Putih mengiktui langkah-langkah dalam rangka menjalankan demokrasi dengan sepenuh hati dengan penuh keihhlasan, dengan penuh semangat, dengan penuh keinginan untuk menghormati kedaulatan rakyat yaitu menghormati bahwa rakyat Indonesia lah yang harus memiliki kekuasaan dan menentukan nasibnya sendiri.
Kita yang di belakang saya dadalah pejuang demokrasi, hampir semua pemimpin politik di belakang saya ikut demonstrasi ikut mempertaruhkan nyawa uintuk demokrasi.
Saya walau di TNI, saya termasuk perwira-perwira muda yang mendorong TNI mendukung demokrasi. Dari saya sejak saya usia muda saya dengan rekan-rekan purnawirawan yang sekarang ada di samping saya, kita mempertaruhkan jiwa raga saya untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Kalau kita sekedar mencari hidup enak dan hidup dengan nyaman, saya kira tidak perlu lagi berjuang di bidang politik.
Saudara-saudara, demokrasi artinya rakyat berkuasa, wujud dari demokrasi adalah pemilihan, dan esensi pemilihan adalah pemilihan yg jujur, bersih, adil, kalau di TPS yang berhak memilih 300 orang, tetapi yang datang 800 orang itu berarti tidak jujur, tidak adil, tidak bersih.
Kalau ada pejabat yang mencoblos-coblos puluhan suara itu tidak demokrastis.
Saudara-saudara sekalian, tim hukum kami, saksi-saksi kami dari belasan provinsi telah melaporkan kecurangan-kecurangan yang luar biasa. Dari Papua saja ada 14 kabupaten yang tidak pernah melaksanakan pencoblosan apapun. Di DKI terdapat 5.800 TPS yang oleh Bawaslu sudah direkomendasikan untuk pemungutan ulang tetapi tidak digubris KPU. Di Jawa Timur begitu juga direkomendasikan.
Saudara-saudara sekalian, dengan demikian kami capres-cawapres no 1 Prabowo-Hatta mengambil sikap sbb:
Pernyataan sikap capres-cawapres no 1, tentang proses rekapitulasi Pilpres 2014:
Saudara-saudara sebangsa setanah air, izinkan saya menyampaikan apa yang sudah menjadi hasil rapat tim kampanye nasional Prabowo-Hatta Pilpres 2014:
Mencermati proses pilpres yang diselenggarakan KPU, kami menemukan bebrapa hal yang mmprlihatkan cacatnya pilpres 2014, sehingga hilang hak-hak demokrasi Warga Negara Indonesia, antara lain:
1. Proses pelaksanaan Pilpres 2014 yang diselenggarakan KPU bermasalah tidak demokrastis dan bertentangan dengan UUD 45. Sebagai pelaksana KPU tidak adil dan tidak terbuka, banyak aturan main dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.
2. Rekomendasi Bawaslu terhadap segala kelalaian di lapangan di berbagai wilayah Tanah Air diabaikan KPU.
3. Ditemukan tindak pidana kecurangan pemilu dengan melibatkan penyelenggara pemilu dan pihak asing dengan tujuan tertentu hingga pemilu menjadi tidak jujur dan tidak adil.
4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah keberatan dari Prabowo-Hatta bagian dari sengketa yang harus diselesaikan melalui MK, padahal sumber masalah ada di internal KPU.
5. Telah terjadi kecurangan masiv terstruktur dan sistematis pada pelaksanaan Pilpres 2014.
atas beberapa pertimbangan itu, kami Prabowo-Hatta sebagai pengemban amanat rakyat, sesuai UUD 45, akan menggunakan hak konstitusional kami yaitu:
Menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum & kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.
Kami, tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan rakyat dipermainkan dan diselewengkan, kami Prabowo-Hatta siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat.
Untuk itu, kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih kami, kami minta untuk tetap tenang, karena yakinklah, kita tidak akan pernah diam dan membiarkan hak demokrasi kita diciderai. Dengan demikian, saya juga menginstruksikan kepada saksi-saksi tim Prabowo-Hatta yang sedang mengikuti rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan proses tersebut.
Jakarta, 22 Juli 2014
A.n. Pasangan Capres-Cawapres No. 1
Prabowo Subianto.