Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Students - Rally for Culture and Democracy in Jayapura City

Rally antraksi kebudayaan rakyat Papua Barat di kota Jayapura dilarang pihak kepolisian negara Indonesia. Meskipun beberapa jam sempat terjadi negosiasi diantara para organiser rally dan pihak kepolisian Indonesia namun pada akhirnya tak dijinkan oleh pemerintah Indonesia untuk kelangsungan jalannya rally cinta budaya dan hak berdemokrasi ditempat terbuka. 
Alfred Kapisa, salah satu organiser dari pergerakan gabungan pemuda pelajar mahasiswa/i cinta budaya Melanesia mengatakan bahwa walaupun aksi rally hari ini hanyalah antraksi budaya rakyat Papua Barat namun apa yang terus terjadi dan dialami oleh rakyat Papua Barat setiap saat adalah hak berdemokrasi kami, rakyat Papua Barat terus-menerus dibungkam oleh pihak militer Indonesia dan sangat jelas, ruang demokrasi rakyat Papua Barat terus dibunuh oleh pihak pemerintah Indonesia.Hal ini terbukti dari negosiasi kami dengan pihak kepolisian hari ini, kami rakyat Papua Barat dilarang dan disuruh paksa untuk tidak melanjutkan long march/rally. Tampak photos, pihak kepolisian dengan kelengkapan persenjataan modern TNI POLRI memblokir jalannya rally. 
Laporan photo oleh Marthen Manggaprouw, salah satu aktifist Pro Demokrasi rakyat Papua Barat - Melanesia.